KESALAHAN ADALAH MANUSIAWI, TAPI BERTAHAN DALAM KESALAHAN ADALAH AIB

Oleh: Immanuel R. Silalahi, S.H.9 Oktober 2025
Gambar utama untuk KESALAHAN ADALAH MANUSIAWI, TAPI BERTAHAN DALAM KESALAHAN ADALAH AIB

KESALAHAN ADALAH MANUSIAWI, TAPI BERTAHAN DALAM KESALAHAN ADALAH AIB (Sebuah Refleksi Adagium Hukum “Errare Humanum Est, Turpe In Errore Perseverare”)

Di dalam dunia hukum, adagium atau pepatah dalam bahasa latin, sering menjadi dasar refleksi moral dan intelektual bagi para penegak hukum. Salah satunya adagium hukum yang memiliki makna mendalam adalah “Errare Humanum Est, Turpe In Errore Perseverare” yang berarti “Kesalahan adalah manusiawi, tapi bertahan dalam kesalahan adalah aib”. Ungkapan ini tidak hanya menggambarkan sifat manusia yang tak luput dari kekeliruan, tetapi juga menegaskan pentingnya kejujuran, introspeksi dan tanggung jawab dalam setiap tindakan hukum.

1. Makna Filosofis dan Nilai Etis

Adagium ini mengandung 2 (dua) lapisan makna. Pertama, “Errare Humanum Est” mengingatkan bahwa manusia, termasuk hakim, jaksa, advokat, maupun aparat penegak hukum, tidaklah sempurna dan dapat berbuat salah. Namun, bagian kedua, “Turpe In Errore Perseverare”, memberikan penekanan moral bahwa mempertahankan kesalahan dengan sadar adalah tindakan tercela dan tidak etis. Dalam konteks hukum, hal ini mencerminkan pentingnya integritas dan kejujuran untuk mengoreksi kekeliruan, baik dalam penerapan hukum maupun dalam proses penegakannya.

2. Relevansi Dalam Penegakan Hukum

Adagium ini sangat relevan dalam praktik hukum modern, di mana proses peradilan dan penegakan hukum dituntut transparan dan akuntabel. Misalnya, ketika terdapat kekeliruan dalam penyidikan atau putusan pengadilan, keberanian untuk mengoreksi keputusan yang salah merupakan bentuk penghormatan terhadap prinsip rule of law dan keadilan substansif. Sebaliknya, jika aparat atau lembaga hukum menutup mata terhadap kesalahan demi menjaga citra atau kepentingan tertentu, maka hal itu justru merusak legitimasi hukum itu sendiri.

3. Refleksi Bagi Praktisi Hukum

Bagi seorang advokat, jaksa maupun hakim, adagium ini menjadi pengingat moral agar tidak terjebak dalam ego profesional atau kepentingan pribadi. Mengakui kesalahan bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan yang menunjukkan integritas. Dalam dunia hukum, di mana setiap keputusan dapat memengaruhi nasib manusia, kesediaan untuk memperbaiki kekeliruan merupakan bentuk tanggung jawab etis yang luhur.

4. Penutup

Pada akhirnya, “Errare Humanum Est, Turpe In Errore Perseverare”, menjadi pengingat abadi bahwa keadilan tidak lahir dari kesempurnaan manusia, tetapi dari keberanian untuk memperbaiki kesalahan. Dunia hukum membutuhkan insan-insan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga jujur dan rendah hati dalam menghadapi kekeliruan. Karena dalam setiap kesalahan yang diakui dan diperbaiki, di sanalah keadilan sejati menemukan bentuknya.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, terima kasih dan salam keadilan!!!

Bagikan Artikel Ini: